page contents

Gua sunyaragi CirebonDari terminal Harjamukti, Cirebon, kita bisa menjangkau beberapa objek wisata. Salah satunya adalah Gua Sunyaragi. Gua yang satu ini merupakan salah satu objek wisata andalan dari kota Cirebon, jaraknya hanya beberapa kilometer saja dari terminal. Bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan umum, maupun dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Gua Sunyaragi berada di kelurahan Sunyaragi Kesambi, dan merupakan sekumpulan gua yang menjadi tempat menyepi anggota keluarga Keraton Cirebon pada zaman dahulu kala. Tak heran jika di kawasan Gua Sunyaragi terdapat gua-gua kecil, yang konon katanya menjadi ruangan favorit keluarga Sultan untuk menyepi dari hiruk pikuk dunia.

Misteri Gua Sunyaragi Untuk Mereka yang Belum Menikah

Selain situs wisata sejarah Kesultanan Cirebon, ada satu hal lain yang menjadi magnet utama di kawasan wisata yang Gua Sunyaragi ini, yakni Batu Prawan Sunti. Jika kita berada di salah satu gua di kawasan wisata ini, yakni Gua Peteng, maka kita bisa menemukan batu keramat tersebut. Batu Prawan Sunti ini berada tepat di depan pitu masuk Gua Peteng.

Jadi setelah pintu masuk gua, maka kita akan disuguhi pemandangan sebuah kolam tua yang sudah mengering, dan disanalah terletak Batu Prawan Sunti. Mitos yang berkembang di masyarakat mengenai batu ini adalah sulit untuk dapat jodoh.  Jadi Batu Prawan Sunti diharamkan bagi perempuan yang masih single atau yang belum menikah.




Batu Prawan Sunti terlihat seperti bentuk tabung dengan ujung bagian atas yang sedikit mengerucut, tersusun dari bebatuan yang tak halus, dan ada tanda khusus untuk meminta perhatian pengunjung supaya berhati-hati. Letaknya yang memang tepat di jalan setapak, benar-benar membuat masyarakat ekstra waspada saat melewatinya.

Jika ada peremuan single yang berwisata ke Gua Peteng, diwanti-wanti untuk tidak melakukan kontak fisik dengan batu yang tak seberapa besar itu. Bukan hanya dilarang untuk menyentuh, menyenggol atau bersentuhan tanpa disengaja pun dilarang. Sebab, menurut mitos yang masih tetap dipercaya sampai saat ini, Batu Prawan Sunti akan membawa sial bagi para perawan yang belum menikah, sehingga mereka akan menjadi perawan tua yang sulit menikah dan bahkan tak bisa menikah walau mereka tua sekalipun.

Karena mitos tersebut masih berkembang di masyarakat, maka para pemandu wisata Gua Sunyaragi akan selalu mewanti-wanti para pengunjung untuk tidak menyentuh batu tersebut. Selain tak boleh menyentuh batu mitos Prawan Sunti, pengunjung lokal maupun dari luar daerah dilarang keras untuk tidak berbicara kasar, jorok dan bertingkah laku seenaknya. Menjaga sopan santun menjadi kewajiban utama pengunjung.

Percaya atau Tidak Mitos Gua Sunyaragi Tetap Harus Dihormati

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos-mitos tersebut, kita sebagai pengunjung tetap harus memiliki kesadaran untuk menghormati mitos tersebut. Walau sebagai umat yang beragama dan beriman tak boleh mempercayai mitos, namun tak ada larangan untuk menghormati mitos Batu Prawan Sunti.

Walau tidak percaya dengan efek susah menikah untuk perempuan single yang menyentuh batu tersebut, tapi tidak berarti kita boleh bersikap seenaknya di area wisata sejarah Gua Sunyaragi. Menjaga ucapan, tingkah laku dan turut menjaga kelestarian lingkungan di sekitar gua menjadi kewajiban warga negara yang baik.

Jika berkunjung ke kota Cirebon, jangan lupakan aneka wisata kulinernya dan juga tentu saja wisata sejarah di Gua Sunyaragi. Sekalipun tak mempercayai mitos jomblo, namun bisa melihat Batu Prawan Sunti secara langsung tentu akan memberikan kepuasan tersendiri bagi kita. Betul?