page contents

Kekeringan CirebonMusim kemarau sampe saat ini belum berakhir juga beberapa desa di Cirebon mengalami kekeringan banyaknya gagal panen dan keringnya area sawah petani mengaku pasrah, selama ini petani mengandalkan sungai tadah hujan, Kekeringan menimpah daerah Kapetakan, Suranenggala, gegesik, jagapura, kaliwedi, kebon pelok, sumber, greged dan daerah lainnya.

Tahun ini merupakan kekeringan terparah dibandingan beberapa tahun lalu, potensi wilayah kekeringan mencapai 17.890 h dan yang terselamatkan 9.435 h. Sisanya sekitar 8.455 h mengalami kekeringan 6.572 h dan 1.883 h mengalami kekeringan berat.

Sementara itu, salah satu petani, Sarwo, 40, mengeluhkan kondisi sawahnya yang tidak teraliri air. Akibat kondisi tersebut, Sarwo mengaku harap-harap cemas akan kerugian yang akan dialaminya. Tidak banyak temannya yang beralih profesi menjadi kuli bangunan, ojeg, supir angkot, kuli panggul dan lainnya selama kekeringan melanda kampungnya.

Cara mengatasi kekeringan saat musim kemarau berkepanjangan menurut Rudi Widiarto, S.P., M.P :

  • Pemerintah wajib melakukan pemetaan daerah yang mengalami kekeringan pemetan iklim, kondisi cuaca, potensi panas, hujan, termasuk dampak dan pemanfaatan keduanya untuk tanaman, setelah itu mencari solusi untuk daerah yang mengalami kekeringan.
  • Peran aktifnya pemerintah dengan melakukan penyuluhan mengenai cara mengatasi kekeringan.
  • Bantuan dari pemerintah secara kontinyu.
  • penyediaan pompa air, pembuatan sumur pantek atau sumur bor, hujan buatan, pembangunan embung atau reservoir, dan pengaturan pemberian air untuk pertanian dengan sistem gilir giring.
  • Penghijauan, memaksimalkan waduk, memperbaiki aliran irigasi.