page contents

Kurs-Dollar cireebonnMeroketnya kurs dolar memang sudah diprediksi oleh sebagian orang salah satunya oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat (Deddy widjaja), nilai tukar rupiah masih akan terus melemah hingga mendekati Rp. 15.000 per dolar amerika serika. Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah segera mengambil tindakan konkret untuk meredam laju pelemahan rupiah.

Kondisi ini, dipastikan akan semakin menekan perekonomian nasional, termasuk dunia usaha. Saat ini saja sudah banyak pelaku usaha uang melakukan efisiensi, baik dalam bentuk penutupan gerai bagi yang bergerak di sektor ritel, hingga perumahan karyawan. Dunia usaha makin sulit. Apalagi, daya beli masyarakat juga terus melemah.

Pemerintah harus mendorong peningkatan ekspor. Ia menilai, pemerintah memberikan insentif bagi para pelaku usaha untuk mendongkrak ekspor, bisa dalam bentuk insentif pajak atau bentuk laju untuk meningkatkan daya saing.

Turunnya tukar rupiah seharusnya justru meningkatkan daya saing produk kita di mancanegara. Akan tetapi, faktanya saat ini ekspor kita tidak mengalami kenaikan yang signifikan khususnya kebijakan impor, ia meminta agar pemerintah tidak memperketat impor bahan baku.

Bagaimanapun banyak industri di Indonesia masih membutuhkan bahkan bergantung pada bahan baku impor, kalau impor bahan baku diperketat, industri tidak bisa mencapai target produksi dan itu artinya jumlah barang yang beredar di masyarakat akan berkurang. Terbatasnya pasokan barang akan mendorong kenaikan harga. Kalau itu terjadi persoalan ekonomi Indonesia akan semakin buruk. Rupiah terus melemah dan disisi lain harga kebutuhan masyarakat semakin tingi.

Solusi yang harus ditempuh saat ini, adalah mendorong pembangunan infrastruktur yang bisa meyerap banyak kandungan lokal. Pembangunan infrastruktur yang bisa menyerap banyak kandungan lokal. Pembangunan infrastruktur juga dinilai akan berdampak positif bagi dunia usaha.

Hal yang tidak kalah penting adalah percepatan pencairan dana bantuan desa. Berdasarkan informasi terakhir, dana bantuan desa yang sudah cair mencapai 50%. Akan tetapi, menurut apindo angka tersebut masih belum cukup untuk mendorong geliat ekonomi nasional.