page contents

Marketing Strategi Cirebon Bisnis

Dalam dunia usaha marketing strategy sangat lah penting karena berkaitan dengan omzet setiap bulannya. Marketing strategy yaitu promosi dan pemasaran itu sendiri di bahasa Indonesia kan. Promosi saat memulai usaha sangat lah penting untuk kemajuan suatu usaha/perusahaan, promosi biasanya bertujuan untuk mendapatkan perhatian dari konsumen sehingga menciptakan dan menumbuhkan interest pada diri calon pembeli. Promosi biasa dalam bentuk beli satu gratis satu, diskon, iklan online sampe seumur hidup, jasa website gratis promosi/pasangiklan dan masih banyak lagi hal dapat dilakukan saat promosi.

Marketing strategy (Pemasaran) sangat lah penting dalam dunia usaha. Banyaknya promosi berupa barang dan jasa tapi anda tidak dapat memasarkan sama saja bohong keduanya harus seimbang. Kita ambil contoh mainan edukatif berbahan kayu maka harus bisa menentukan target pasar berdasarkan usia, jenis kelamin, kalangan dan lainnnya. jangan menjual mainan edukatif ke remaja yang baru ABG bukan berarti tidak mau membeli tapi kecendrungan membeli sangat kecil. Anda dapat menjual ke Ibu yang sudah memiliki anak, memberikan pemahaman secara edukatif (mendidik)

Tehnik lain dalam hal marketing strategy juga bisa melalui promosi di sosial media, sedangkan untuk cara konvensional bisa dengan sistem titip jual atau konsinyasi, namun bagi pemula usaha sebaiknya menggunakan jalur promosi di sosial media, misalnya membuat account facebook, mendisplay produk dan melakukan link ke rekan-rekan atau komunitas pecinta ibu dan anak, serta membuat website.

Marketing strategy melalui jalur sosial media ini ibaratnya seperti memperkenalkan produk dari mulut ke mulut, dan yang menjadi tantangan adalah pengembangan jaringan, sehingga pelaku usaha harus menceritakan kelebihan produknya disertai display mainan edukatif yang menarik.

Selain itu, Marketing strategy di sosial media, konsumen juga bisa diberikan wadah untuk memberikan testimoni produk yang dibeli, dan testimoni positif akan mendorong calon konsumen lain untuk ikut membeli. Namun risikonya jika ada testimoni negative yang bisa muncul, sehingga pada akhirnya pelaku usaha harus terus menjaga kualitas produk sesuai target pasar yang dituju.

Apalagi pada dasarnya masyarakat Indonesia suka mendengar cerita dan suka berinteraksi di dalam komunitas, sehingga jika pelaku usaha punya kemampuan untuk bercerita dan berkomunikasi di dalam komunitas yang menjadi target market, maka jaringan juga akan berkembang luas.

Jadi Marketing strategy ini merupakan perpaduan antara promosi dari mulut ke mulut, sosiaiisasi produk ke calon konsumen, serta penggunaan teknologi yang murah karena hanya akses internet yang dibutuhkan.

Pemasaran melalui pameran besar atau di mal- mal juga bisa diikuti namun memang biayanya tidak murah, sehingga lebih cocok digunakan jika usaha telah berkembang dan meraih untung. Namun tempat pameran juga harus dipilih yang memang didatangi oleh target pasar produk mainan anak. Karena bagaimanapun dalam marketing yang terpenting adalah orang melihat, apakah di sosial media, toko, pameran, pasar dan lainnya.

Persaingan usaha semakin lama semakin ketat, namun pelaku usaha tidak perlu takut dengan adanya persaingan, karena konsumen saat ini sudah mulai banyak yang mencari produk berkualitas, sehingga pelaku usaha harus berupaya agar produk tidak berkualitas rendah, selain itu dengan membangun keloyalan pada konsumen, serta terus merespon komplain dari konsumen demi perbaikan kualitas produk.

Kendala usaha mainan edukatif terutama jika pelaku usaha sudah semakin banyak sehingga peluang terjadi penjiplakan cukup besar karena mainan anak peluang usahanya cukup baik. Cara menghadapinya tentu pelaku usaha harus gesit dengan desain, artinya harus sering mengeluarkan desain baru, tapi juga harus peduli terhadap desain yang disukai konsumen supaya bisa terus mengembangkan produk berikutnya. Selain itu dengan membuat ciri khas pada produk, sehingga konsumen lama-kelamaan akan mengenai produk kita.

Terkait desain ini, salah satu yang bisa jadi pelindung adalah label atau brand, dan nantinya bisa menimbulkan kefanatikan bagi konsumen yang loyal untuk terus membeli produk dengan brand tersebut. Namun brand pun rawan terhadap peniruan, sehingga sebaiknya mengurus hak paten brand atau bisa pula mengkomunikasikan kepada konsumen bahwa produk kita yang asli, dan bisa dijamin kualitasnya.