page contents

Kota Cirebon

Beberapa waktu lalu DPRD membatalkan pengesahan Peraturan Daerat (Perda) Kawasan Tanpa Rokok dengan alasan Wali Kota Cirebon Nasruddin Azis berhalangan hadir ke sidang paripurna DPRD Cirebon. Menurut Sutisna, kehadiran Wali Kota sangatlah penting untuk menandatangani kesepakatan terkait aturan itu.

Terhitung Sabtu, 19 September 2015 Pemerintah Kota Cirebon menetapkan larangan merokok di sejumlah kawasan, beberapa aturan dalam perda KTR :

  1. Tidak boleh membuat promosi rokok dari tokoh kartun.
  2. Batasan merokok ditempat umum atau tempat kerja yang memiliki atap, adalah ujung terluar atap yang mengalirkan air hujan.
  3. Dilarang merokok di dalam angkutan umum.
  4. Dilarang menyediakan asbak di wilayah Kawasan Tanpa Rokok.
  5. Batasan untuk wilayah merokok di empat kawasan bebas rokok murni adalah pagar luar bangunan tersebut.
  6. Dilarang merokok, menjual, mengiklankan atau mempromosikan hal yang berkaitan dengan rokok di wilayah bebas rokok murni , yaitu tempat belajar, tempat bermain anak, tempat kesehatan dan tempat ibadah.
  7. Untuk wilayah pendidikan, tidak boleh mempromosikan produk rokok sampai dengan jarak 30 meter dari sekolah. Spanduk promosi tidak boleh menghadap sekolah.
  8. Dilarang merokok ditempat umum atau tempat kerja yang memiliki atap.
  9. Tidak boleh membuat promosi rokok dari tokoh kartun.

Pemerintah Kota Cirebon menetapkan larangan merokok menerapkan denda Rp. 50 ribu untuk warga yang melanggar aturan merokok di kawasan tersebut. Selain itu, menetapkan denda Rp. 2,5 juta kepada warga yang menjual rokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Denda Rp5 juta untuk pengelola KTR yang menerapkan larangan tersebut dan juga pengusaha promotor di denda Rp. 10 juta.

Demikian larangan yang tertulis pada Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Larangan itu telah ditandatangani Wali Kota Cirebon.