page contents

Bisnis sambil bekerja

Saat bekerja, tanpa sadar, pikiran dan tenaga banyak tersita. Untuk memulai bisnis pun, tubuh terasa lelah. Akibatnya, bisnis yang dibangun pun tidak maksimal. Jika belum maksimal, hasil dari berbisnis ada kemungkinan tidak sesuai harapan. Untuk itulah kita perlu pandai-pandai mengatur waktu dan aktivitas yang dijalankan.

Langkah pertama dalam membangun bisnis selagi masih bekerja menjadi karyawan adalah merancang bisnis yang dijalankan. Tentukan idea tau gagasan bisnis, berikan nilai tambah atau keunggulan, carilah peluang dan celah untuk pengembangan usaha, daftarlah pangsa pasar, susunlah rencana keuangan dan petakan kemungkinan kompetisi. Jangan ragu untuk melakukan survey pasar. Carilah informasi tentang kebutuhan pasar saat ini, trend an perkiraan tren mendatang.




Keduanya, dari rencana bisnis yang telah disusun, buatlah lebih detail. Susunlah daftar kegiatan untuk membangun bisnis. Misalnya, melakukan survey di pasar selama seminggu dengan target 7 pasar atau pembuatan situs website. Berikan jadwal yang lebih detail. Sebagai contoh, pukul 19.00 – 21.00 searching bahan baku di internet.

Ketiga, dalam seminggu pastinya terdapat hari-hari yang senggang saat bekerja. Carilah waktu-waktu yang senggang tersebut. Misalnya, jika kebetulan tiba di rumah lebih cepat. Anda masih punya sejumlah waktu untuk bertemu dengan klien atau partner kerja sama bisnis.

Lakukan efisiensi waktu. Bila anda membaaca komik, bermain gim atau menonton televisi hingga berjam-jam, kurangilah durasi waktu. Manfaatkan tambahan waktu ini untuk lebih berfokus pada pengembangan bisnis.

Keempat, jika tidak memungkinkan untuk mengerjakan segala sesuatu sendiri, jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain. Untuk bisnis mulai dari anggota keluarga atau temen bisa menjadi pilihan. Namun, pastikan mereka senggang saat membantu bisnis. Jika tidak, rekutlah sejumlah karyawan paruh waktu (part time).

Baca juga informasi 8 macam kerja sampingn mahasiswa dan karyawan

Kelima, jangan mengesampingkan peranan teknologi. Aturlah jadwal, mulai dari mengirim surel, mencari informasi, menyimpan kartu nama, memotret contoh produk, mengakses media social, hingga menelepon dan mengirim pesan dengan jadwal.

Jangan lupa, tetapkan target dan catatlah setiap biaya yang keluar-masuk untuk merintis bisnis. Perhitungkan dengan cermat. Hindari pembelian barang-barang yang tidak perlu. Namun, fokuskan pengeluaran untuk pembelian asset yang mendukung bisnis.

Baca juga informasi peluang usaha

Jika ingin lebih mudah. Anda bisa membeli franchise atau waralaba. Sistem waralaba dan manajemen yang telah terbangun akan membantu anda berbisnis tanpa perlu pusing-pusing memikirkan cara mengawali bisnis.